3 orang tokoh masyarakat Trah-Prawironingrat yang datang ke sebuah Panti asuhan miskin dengan tujuan untuk memberi bantuan berupa kebutuhan panti dan makanan. Pengelola panti tersebut menerima niat baik dari 3 tokoh masyarakat ini karena mereka dikenal sebagai Trah-Prawironingrat yang dermawan dengan latar belakang menyelamatkan anak-anak terlantar dan memberi tempat tinggal di Panti asuhan.
3 tokoh masyarakat ini menawarkan hidup yang layak, kekuasaan, dan uang kepada pemilik panti dengan imbalan anak-anak panti sebagai gantinya, hal ini karena Trah-Prawironingrat menganut Ilmu Hitam dimana setiap 5 tahun sekali mereka harus membuat persembahan agar Trah-Prawironingrat terus memiliki kekuasaan dan citra baik di masyarakat. Pemilik panti menerima tawaran tersebut karena tergiur oleh kekuasaan, uang, dan hidup yang layak.
