Gawe Geger

Film ini mengangkat tema MBG (Makanan Bergizi Gratis). Pak Gepeng, seorang pendukung fanatik kubu 02, menyambut realisasi program MBG sebagai bukti keberhasilan pilihan politiknya. Antusiasme Pak Gepeng memicu perdebatan dengan Pak Budi dan Pak Tanem saat ronda malam, tepat ketika televisi di pos ronda menyiarkan peresmian program tersebut. Keyakinan Pak Gepeng berujung pada sikap berlebihan terhadap anaknya, Akmal, yang diwajibkan selalu menghabiskan jatah MBG. Akmal menuruti perintah Pak Gepeng untuk selalu menghabiskan MBG, bahkan ia memakan jatah milik teman-temannya. Namun setelah menyantap MBG, Akmal mulai merasakan sakit dan mengalami perubahan perilaku yang semakin mengkhawatirkan. Keanehan tersebut berlanjut saat Akmal mulai menghilang dari rumah. Kepanikan menyelimuti kampung ketika Pak Gepeng dan rekan rondanya melihat sosok misterius di balik pohon, yang kemudian membawa mereka pada pertemuan dengan Ibu Atun yang tengah putus asa mencari anaknya Akmal. Melalui kisah ini, mengingatkan bahwa kebijakan apa pun akan memberi manfaat jika disikapi dengan bijak, karena sikap yang berlebihan justru dapat menimbulkan masalah baru.