Niat

Bulan, mahasiswi Gizi yang idealis, memulai magangnya di Dapur Langgeng Rasa dengan semangat untuk mengabdi. Namun, di balik keriuhan dapur penyedia pangan tersebut, ia mulai menangkap kejanggalan—mulai dari prosedur yang tidak higienis hingga penampakan misterius seorang anak kecil yang selalu muncul di sudut gelap ruangan. Ketegangan memuncak di akhir pekan pertama saat Bulan menemukan sebuah foto usang. Di sana, wajah anak kecil yang sering ia lihat terpampang jelas, namun dengan nama yang dicoret kasar, seolah-olah keberadaannya sengaja dihapuskan. Terhimpit rasa takut dan posisi sebagai anak magang, Bulan tidak berani bersuara secara langsung. Ia akhirnya memilih mengunggah cuitan tersirat di media sosial X tentang “pengalaman sepekan magang” sebagai kode atas kebusukan yang ia temukan. “NIAT” adalah potret ironis tentang bagaimana niat baik sering kali hancur saat berbenturan dengan realita praktik yang keliru dan rahasia yang terkunci rapat.