Seporsi Untukmu

Di tengah keterbatasan ekonomi, Pak Jarwo dan putri semata wayangnya, Tya, menjalani hari-hari dengan penuh keceriaan. Sepeda ontel tua menjadi saksi bisu tawa riang mereka, dari aktivitas mencuci sepeda yang diwarnai gelembung sabun hingga perjalanan pagi menuju sekolah. Sebuah momen singkat saat Tya melihat temannya diantar motor sempat menyentil hasrat terpendamnya, namun segera ia tepis dengan senyum demi menjaga hati sang ayah.

Setiap pagi, Pak Jarwo mengantar Tya ke sekolah. Mereka berbagi cerita dan impian sederhana, bahkan sempat berkelakar tentang sebuah “pohon ajaib” yang bisa mengabulkan permintaan, di mana Tya hanya berharap bisa “selamanya bersama Bapak”. Rutinitas manis mereka berlanjut saat Tya diam-diam mengintip Pak Jarwo, yang bertugas membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Di tengah kesibukan kerja, tatapan mata mereka bertemu, dan Pak Jarwo selalu menyisihkan sepotong kebahagiaan, sekotak makanan sisa yang diperuntukkan bagi Tya. Kotak makanan itu menjadi ‘hadiah spesial’ yang mereka santap bersama di rumah, meski Pak Jarwo sering mengaku “sudah kenyang” dan hanya tersenyum memandangi Tya makan dengan lahap.